FUNGUS AMONGUS
Fungus Amongus (Jamur Antarakita) adalah sebuah species langka yang dapat dikatakan sudah punah. Kepunahan dari species ini dapat dilihat dari ke-tiadaberada-annya terutama di ekosistem-ekosistem di kota Bandung, seperti Aquarius dan Disc Tara.
Demi menyelidiki keberadaan species ini, saya jauh-jauh datang ke sebuah pulau kecil yang secara geografis terletak diantar Pulau Batam dan Negara Malaysia. Di pulau itu saya menyusuri hutan yang sangat besar yang dinamakan oleh penduduk sekitar Orchard Rd. Entah darimana datangnya nama itu, karena sepanjang perjalanan saya di hutan itu saya tak menemukan satu pun bunga Anggrek.
Kembali ke petualangan saya, setelah sekian lama menjelajahi hutan tersebut, saya sampai di sebuah ekosistem yang oleh para ahli dinamakan Gramaphone, namun sayangnya saya tak menemukan apa yang saya cari. Namun saya menemukan species dari family yang sama dengan Fungus Amongus yaitu Alive At Red Rocks dalam bentuk evolusi yang lebih tinggi, yaitu DVD dengan ukuran tumbuh sekitar S$ 32.95. Kedua species ini adalah hasil temuan dari Prof. Dr. Brandon Boyd, ST dkk. yang dimasukkan ke dalam family Incubus.
Namun memang no pain no gain, akhirnya dalam perjalanan pulang saya dapat menemukan apa yang saya cari, yaitu sebuah Fungus Amongus dalam bentuk evolusi berupa CD dengan ukuran tumbuh yang tak tanggung-tanggung, sekitar S$ 28.00. Besarnya ukuran dari kedua species tersebut tidak menghalangi tekad awal saya untuk membawa kedua species tersebut pulang dan menempatkannya di kamar saya.
Size does matter. Besarnya ukuran dari keduanya membuat saya terkadang berpikir kembali untuk mengkoleksi jenis-jenis species yang lebih tidak langka dan berukuran kecil seperti misalnya species-species dari family Samsons, Radja, ataupun Peter Pan yang notabene lebih banyak terdapat di ekosistem-ekosistem di Indonesia. Namun sekali lagi, entah kenapa species-species langka saya rasakan memiliki nilai estetika yang jauh lebih tinggi daripada species-species lokal yang sudah saya sebutkan diatas.
Duh . . ngacho euy . . coba aja ada di kota kembang, ga sedepresi gini gw :Peace: